“Blackberry ??, memang masih ada?”, hal itu pasti terbesit dari kalian yang pernah memakai gadget yang populer di rentan tahun 2008 s.d 2010. Pada saat itu, Blackberry adalah juggernaut di industri mobile setelah berhasil menggulingkan Nokia di tangga tertinggi industri telekomunikasi dahulu kala.

Saat ini, brand Blackberry sudah tenggelam di mata masyarakat, apalagi dengan digdaya-nya Apple dan Google di industri tersebut membuat hampir sebagian besar masyarakat lupa akan blackberry.

Blackberry sendiri sudah bertransformasi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang software, cybersecurity dan internet of things (IoT). Blackberry sudah meninggalkan industri manufaktur handphone sejak 2006, Mereka hanya menyerahkan lisensi kepada pihak ketiga untuk dapat membuat handphone merk blackberry.

Baik, Cukup segitu dulu intermezzo nya, kita akan kupas di posting-posting mendatang.

Blackberry KEYtwo (Key2) merupakan produk yang diluncurkan oleh TCL selaku pemegang lisensi blackberry di tahun 2018. Device ini lahir di bulan Juni , sebagai respon untuk mengulang pencapaian “mengejutkan” dari seri sebelumnya yaitu KEYone (key1)

Blackberry KEY2 tidak diluncurkan secara resmi di Indonesia, berbeda dengan pendahulunya (KEYone) yang diluncurkan secara resmi dibawah naungan PT BB Merah Putih. Blackberry KEY2 hanya bisa dibeli di singapore atau Market Place yang ada di Indonesia (Contohnya: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dll)

Saya membeli device KEY2 di pertengahan 2019 melalui marketplace karena faktor kenyamanan Keyboard dan keseringan typo error ketika mengirimkan pesan

Blackberry Keytwo (2018 by TCL)

Menurut saya, Physical Keyboard lebih nyaman jika dibandingkan dengan Virtual Keyboard (Touch Screen). Kesalahan pengetikan (Typo error) melalui virtual keyboard juga lebih sering terjadi apabila dibandingkan dengan physical Keyboard.

Hampir 1,5 Tahun saya memilik device ini dan ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari pengalaman saya, diantaranya:

  1. Blackberry Launcher tidak capable di 2021.

Blackberry KEY2 memiliki RAM 6GB, namun launcher bawaan Blackberry KEY2 memakan banyak RAM untuk pengoperasianya. Saya memiliki 25 Aplikasi tambahan untuk menunjang aktivitas operasional sehari-hari, namun launcher bawaan dari device seringkali memberikan notifikasi bahwa penggunaan RAM di device sudah penuh dan harus dihapus, hal ini yang membuat saya jengkel dan mengganti dengan alternatie lancher (Nova Launcher) sebagai jalan keluarnya.

2. Physical Keyboard ?? The BEST damn thing in this Phone.

Mengetik dengan dengan Physical Keyboard sangat berbeda dengan Virtual Keyboard handphone, saya pribadi sangat nyaman mengetik di platform fisik ini, Typo hampir tidak terjadi, Jempol tidak kapalan saat mengetik, dan Salin-Tempel (copy-paste) juga gampang saya lakukan. Physical Keyboard merupakan value added untuk saya jika kalian mencari kenyamanan dalam mengetik pesan.

3. Game ??, Jangan Berharap disini.

Layar di BlackBerry ini 3/4 nya berupa layar kaca, 1/4 nya di isi oleh physical keyboard yang tidak bisa dicopot. Jadi jangan terlalu berharap bisa mendapatkan kenyamanan ketika memainkan game di handphone ini. Terdapat space 1/4 yang menjadi penghalang dari tangan kanan yang akan mengganggu kenyamanan / experince ketika memainkan game di device ini. Saran saya, jika ingin memainkan game di HP, belilah yang full-screen.

 

4. Foto / Videografi ?? Turunkan ekspektasi mu.

Kebetulan saya tidak terlalu suka menggunakan Camera untuk swafoto maupun video untuk merekam sesuatu untuk diabadikan. Jadi saya hasil kamera dan video tidak terlalu saya pusingkan, namun benar deh… hasil Camera maupun video di KEY2 ini sangat Biasa saja.

Contoh Foto dengan KEY2

Resolusi : 10.6 MP
Photo Quality : Superfine

 

 

5. Battery ??? Not bad !!

Ketika saya melihat iklan KEY2 di trailer BlackBerry saat itu yang mengklaim dengan slogan “Bisa bertahan 2 Hari” (2 Days Battery Life). Saya langsung skeptis dan merasa, ah ga mungkin lah !!!. Dan kenyataan-nya memang tidak mungkin. Tapi saya bisa apresiasi dengan ketahanan baterai di KEY2 ini karena saya menggunakan 2 SIM Card dengan 25 Aplikasi tambahan dimana sebagian Apps nya aktif di background, dan KEY2 bisa aktif 1 hari penuh tanpa di Charge. Dimana menurut saya… wow sudah cukup oke lah.

6. Operating System (OS) support ???, Nope !!

Yang masih saya cukup jengkel namun memaklumi di BlackBerry KEY2 ini adalah OS yang stuck di Andoid 8.1 (Oreo), dimana rata-rata handphone saat ini di OS 9/10, BlackBerry masih “setia” di OS 8.1. Well…bisa dipastikan OS tidak akan berpengaruh banyak dengan aplikasi-aplikasi produktif dan Messaging apps hingga 2024 (dengan analisis bahwa di 2021, WA masih Support dengan hingga Android 4.0.3). Tapi jika kalian menjadikan OS Update sebagai hal yang penting, maka BlackBerry KEY2 bukan lah HP yang kalian miliki.

7. Shortcut Key is not a gimmick !!

Awalnya saya mengaggap fitur shortcut ini sebagai gimmick Blackberry KEY2 yang mungkin akan sangat jarang saya gunakan, namun kenyataanya berkata lain, Saya sering sekali menggunakan shortcut untuk pindah dari 1 aplikasi ke aplikasi lain tanpa membuka multitasking window seperti di iphone atau di ponsel android pada umumnya. Ini secara alami saya gunakan karena kedua tangan saya memegang keyboard, dan 1 tombol shortkey ada di kanan bawah keyboard yang siap dialihfungsikan jika kita pindah dari 1 aplikasi ke aplikasi lainya. Contohnya seperti di gambar (lampiran bawah)

Ketika saya ingin mengetik, saya menahan tombol Shortkey (Tombol 9 titik kecil) ditambah dengan tombol C untuk mengakses menu Kalender, jika saya ingin melihat Contact Person, saya bisa menahan tombol shortkey ditambah dengan tombol C yang sama namun ditahan lebih lama. Hal ini lah yang memudahkan saya ketika saya ingin akses ke fitur messaging lalu pindah ke apps Youtube lalu pindah ke Apps Instagram dengan jeda waktu yang singkat. Oleh karena itulah saya bilang, Shortcut is not a Gimmick in this phone.

Kira-kira itu saja pengalaman saya selama 1,5 tahun memiliki Blackberry KEY2, saya sendiri cukup puas dan berharap dengan generasi berikut nya di tahun 2021, dimana Blackberry akan diproduksi dibawah naungan Onward Mobility. Saya cukup berharap agar the next device bisa seperti Blackberry Passport walau saya pribadi cukup puas dengan model bentuk KEY2 ini sendiri.

So… Welcome Back (again) for Blackberry in 2021.