Banyak diantara kita tahu apa itu WWE, tapi tidak semua tahu istilah atau slang yang biasa muncul di industri ini. Istilah / slang ini sebenarnya sudah lama ada dan hanya hardcore fans yang tahu atau pernah mendengarnya. Saya yakin penggemar di USA pasti sering mendengarnya, tapi saya tidak yakin dengan penggemar di Indonesia, Tanpa berlama-lama, mari kita buka saja tirai postingan ini rekan-rekan. 

Istilah di WWE yang jarang diketahui (Part 1)

Babyface / Heel
Babyface adalah persona yang dimainkan oleh pegulat dimana mereka bermain sebagai Good Guy, dimana personasifikasi yang diperankan oleh pegulat sifatnya positif, baik dan fair. Biasanya pegulat dengan persona ini jarang menggunakan taktik-taktik curang seperti berargumen lama dengan wasit, mencolok mata lawan maupun menggunakan senjata untuk menang. 

Sedangkan lawan dari babyface adalah Heel, Heel adalah persona yang berkebalikan dengan babyface, which is Bad Guy. Personasifikasi yang diperankan oleh pegulat sifatnya negatif, curang dan picik. Pegulat ini akan menggunakan cara apapun untuk memenangkan pertandingan. 

Jika dilihat dari view lebih tinggi, Babyface dan Heel ini tak ubahnya seperti karakter protagonis dan antagonis disebuah cerita. Dimana umumnya karakter protagonis akan kalah terlebih dahulu sebelum akhirnya menang di akhir cerita. Inilah konsep dasar yang menjadi landasan pertandinga di WWE dari dulu hingga hari ini. 

Babyface adalah karakter yang disukai oleh audience, Fan Favorite, dimana imej ini cukup melekat dengan para pegulat seperti: 
John Cena, Rey Mysterio, Bret “The hitman”Hart, Daniel Bryan, Hulk Hogan dan The Rock.

Contoh pegulat yang identik dengan babyface

Sedangkan Heel, adalah karakter jahat yang umumnya tidak disukai audience, karakter ini cukup sering diumpat oleh audience dan namun disukai oleh penonton dewasa karena sifat jengkel nya yang entertaining. Contoh pegulat yang terkenal dengan imej ini diantaranya:
Triple H, Edge, Ric Flair, John Bradshaw Layfield (JBL) dan Seth Rollin. 

Namun, ada sebutan untuk karakter yang memainkan peran antagonis dan protagonis secara seimbang, istilah itu sering disebut dengan Tweener, dimana seorang memainkan peran netral, jadi tidak bisa disebut Heel, namun tidak juga babyface, persona ini terkadang bertingkah seperti antagonis namun bersifat seperti protagonis.  

Heel WWE Superstar
Contoh Pegulat yang identik dengan Heel

Kayfabe :
Kemampuan penggambaran karakter yang perankan oleh pegulat ke publik, Baik penggambaranya positif ataupun negatif. Penggambaran ini di citrakan kuat oleh pegulat, agar penonton percaya bahwa karakter pegulat itu benar adanya.
Contoh:
The Undertaker (Mark Calloway) selama memerankan The Undertaker selalu membuat imej yang tidak banyak bicara, dingin, dan intimidatif kepada lawan-lawan bicaranya. Citra ini harus digambarkan secara nyata, baik di atas ring maupun di luar ring, even di sosial media. Istilah lain dari Kayfabe adalah gimmick.

Kayfabe merupakan hal yang penting di dunia profesional wrestling, tidak ada penonton yang suka apabila citra di ring dan diluar ring bertolak belakang, Vince McMahon bahkan tidak segan memecat para pegulat-nya apabila mereka tidak bisa mempertahankan citra karakter yang mereka perangkan di luar pertandingan. 

Gorilla Position :
Lokasi yang berada dibelakang tempat keluar – masuknya pegulat sebelum menuju arena pertandingan. Umumnya tim kreatif dan produksi duduk disini untuk mengawasi jalannya pertandingan yang akan terjadi. Di WWE, Vince McMahon biasanya ikut duduk bersama tim kreatif selama acara berlangsung. 
Nama Gorilla Position berasal dari nama pegulat yang terkenal di era 60an yang bernama Gorilla Monsoon, beliau aktif berperan sebagai pegulat di era 60an dan menjadi komentator serta manager di era 80an. Karena seringnya beliau berada di area di belakang arena, area tersebut akhirnya dinamakan Gorila Position.

Gorila Position Sample
Tempat yang sering dinamakan Gorilla Position

Push :
Push adalah istilah dimana pegulat mendapatkan momentum dan eksposure yang besar dari Perusahaan. Eksposure ini merupakan hal yang krusial untuk seorang pegulat dalam meniti karirnya, karena pegulat bisa semakin dikenal oleh publik, mendapatkan slot tv time, mendapatkan privilage merchandise, dll. 
Push ini biasanya hak preogatif manajemen di WWE, biasanya tergantung cerita dan karakter yang dimainkan oleh pegulat, feedback dari penggemar WWE, momentum perusahaan untuk meraih pangsa pasar, dll. 
Contoh yang bisa dijadikan acuan adalah ketika Jinder Mahal berhasil memenangkan WWE Champion di tahun 2017 di bulan Mei pada event “Backlash”, tidak ada yang menduga bahwa Jinder Mahal akan memenangkan WWE Champion pada saat itu. Namun berdasarkan berbagai analisa yang beredar, diduga bahwa Jinder Mahal di plot sebagai face of the company as WWE Champion karena dua hal:
1)Dia kembali ke WWE dengan fisik yang bagus dan etos kerja yang menarik perhatian manajemen.
2)WWE sedang melakukan perluasan pasar di India, sehingga mereka membutuhkan pegulat yang berasal dari negara tersebut.

Jinder Mahal Before and After
Jinder Mahal

Buried :
Ini merupakan kebalikan dari Push, Jika push itu adalah mendapatkan esposure yang besar, maka burried kebalikanya, dimana eksposure terhadap pegulat itu kecil bahkan hampir tidak ada. Disini pegulat akan dibuat kalah terus oleh Perusahaan sehingga citra yang ditampilkan pegulat di mata audience akan menjadi negatif dan terlupakan. Mengerikan memang, namun itulah kenyataan yang ada di Indsutry pro wrestling.
 
Salah satu contohnya adalah perlakuan WWE terhadap Dean Ambrose / John Moxley ketika memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di WWE pada tahun 2019. Manajemen melakukan 
“burried” terhadap karakter “Dean Ambrose” setelah Jonathan David Good (Nama asli karakternya) menolak untuk memperpanjang kontraknya di WWE, John Moxley (Nama karakternya sekarang) di Podcast “Talk is Jericho” mengatakan bahwa kekalahan 2 menit dari EC3 dan dipermalukanya dia oleh Nia Jax (pegulat perempuan) menjelang akhir kontraknya merupakan tindakan “burried” yang dilakukan oleh WWE untuk “menghancurkan” karakternya sebelum dia pergi dari WWE. 

Heat :
Memiliki 2 pengertian, pertama, heat adalah istilah komunikasi antara pegulat (Heel) dengan penonton di pertandingan, jenis komunikasi ini adalah komunikasi verbal antara penonton dan pegulat itu sendiri, siulan / makian dan cemoohan dari penonton merupakan salah satu bentuk komunikasi dari penonton ke pegulat tersebut, namun hal itu merupakan respon yang positif jika pegulat tersebut berperan sebagai antagonis (Heel), dimana artinya dia melakukan tugasnya dengan baik untuk dibenci oleh penonton.
Pengertian heat lainya adalah sikap ketidaksukaan antar pegulat di belakang pertandingan yang benar terjadi / bukan rekayasa. Contoh Heat ini adalah hubungan antara Shawn Michael dan Bret Hart di tahun 90an, dimana banyak orang yang mengatakan bahwa ketidaksukaan antara keduanya bukan merupakan rekayasa dan benar-benar terjadi. 

Sandbagging :
Adalah sikap tidak kooperatif dengan memberatkan berat bada pegulat agar sulit diangkan oleh lawan main di dalam pertandingan. Sikap ini sangat tidak profesional dikalangan pegulat, karena bisa membuat impresi yang buruk baik terhadap pegulat yang bertanding maupun pertandingan secara keseluruhan.
Contoh: Sandbagging ini adalah tindakan Hulk Hogan ketika di Chokeslam oleh The Undertaker pada Judgment Day di tahun 2002. 

Sandbagginf
Sandbagging ??

Jobber :
Istilah yang disematkan oleh pegulat yang sering menjadi bulan-bulanan pegulat yang menjadi lawan mainya. Seringkali Jobber ini digunakan untuk memperkenalkan / menaikan momentum seorang pegulat yang di angkat oleh Perusahaan. Jobber ini seringkali diperankan oleh pegulat baru / rookie yang belum terkenal di publik. Jobber sendiri tidaklah buruk walaupun mereka di plot kalah atau menjadi bulan-bulanan lawan mainya, karena mayoritas dari jobber merupakan pegulat yang akan diberdayakan oleh Perusahaan di masa mendatang. Mendapatkan waktu slot di TV merupakan hal yang bagus untuk kelangsungan karir mereka kedepan.

Everything from Jobber
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments